Rabu, 04 April 2012

SLOW LEARNER?????


OLEH: ANJAR RAHARYANTI (101014056) 

BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi
Anak Lambat belajar adalah anak yang mengalami hambatan atau keterlambatan dalam perkembangan mental (fungsi intelektual di bawah teman-teman seusianya) disertai ketidakmampuan/kekurangmampuan untuk belajar dan untuk menyesuaikan diri sedemikian rupa sehingga memerlukan pelayanan pendidikan khusus. Sehingga, anak lambat belajar membutuhkan lebih banyak waktu, lebih banyak pengulangan dan harus seringkali berkonsultasi dengan guru agar mencapai kesuksesan.
Yusuf (2005:58) mengemukakan bahwa “Anak yang prestasi belajarnya rendah tetapi IQ nya sedikit di bawah rata-rata disebut anak yang lamban belajar atau slow learner”.
Endang (2005:30) menyatakan “Pembahasan tentang Border line atau garis batas taraf kecerdasan yang menjadi kelompok tersendiri dan sering disebut sebagai kelompok (lambat belajar)”.
Toto dalam makalah seminarnya (2005:23) menyatakan Siswa lambat belajar (slow learner) ialah siswa yang inteligensinya berada pada taraf perbatasan (borderline) dengan IQ 70 – 85 berdasarkan tes inteligensi baku.
Murid di yang lambat belajar (slow learner)adalah sekelompok murid disekolah yang perkembangan belajarnya lebih lambat dibandingkan dengan perkembangan rata-rata  teman seusianya. Pada umumnya mereka ini mempunyai kemampuan kecerdasan dibawah rata-rata . urid yang lambat belajar tersebut sering dikenal sebagai anak yang “sub normal,mentally relarted” seperti yang dijelaskan dalam “Dictionary of Psychology” slow  learner a non technical variously applied to childrenwho are some what mentally retarted or are developing at a slower that normal rate (Ernest R. Hillgrad,1962)
Murid lambat belajar berbeda dengan murid yang berprestasi belajarnya rendah (under acheiver). Murid lambat belajar perkembangan atau prestasi belajarnya lg lebih rendah dari rata-rata karena mempunyai kemampuan kecerdasan yang lebih rendah dari rata-rata. Sedangkan murid yang berprestasi rendah (under achiever) prestasi belajarnya lebih dari rata-rata , tetapi kemampuan kecerdasannya normal atau mungkin lebih tinggi.
Jadi dapat disimpulkan bahwa slow learner/lambat belajar adalah siswa yang lambat dalam proses belajar, sehingga ia membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan sekelompok siswa lain yang memiliki taraf potensi intelektual yang sama.

B. Gejala Anak Yang Lambat Belajar
Pada umumnya murid lambat belajar menunjukkan tingkah laku sebagai berikut:
1.      Keterlambatan: lambat dalam menerima pelajaran, lambat dalam mengelola pelajaran, lambat membaca, lambat memahami bacaan, lambat bekerja, lambat dalam mengerjakan tugas, lambat dalam memecahkan masalah, dan sebagainya.
·         dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik sering terlambat dibandingkan teman-teman seusianya
·         daya tangkap terhadap pelajaran lambat
·         membutuhkan waktu yang banyak dalam menyelesaikan pekerjaannya
2.      Kelainan tingkah laku yaitu tingkah laku yang tidak produktif dan kebiasaan jelek
·         memiliki konsep diri yang rendah
·         mempunyai hubungan sosial yang kurang baik
3.      Kurangnya kemampuan, yaitu kurang kemampuan konsentrasi, kurang kemampuan mengingat, kurang kemampuan membaca, kurang kemampuan berkomunikasi, kurang kemampuan memimpin, kurang kemampuan menyatakan ide atau mengemukakan pendapat
·         kemampuannya dibawah rata-rata
·         kesulitan dalam melaksanakan suatu pekerjaan dengan banyak perintah
4.      Prestasi yang rendah yaitu prestasi belajar dan mengajar.
·         rata-rata prestasi belajarnya kurang dari 6
·         pernah tidak naik kelas

C. Faktor Penyebab Siswa Yang Lambat Belajar
Tidak ada seorang pun yang tahu penyebab dari SL yang sebenarnya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa SL itu adalah pembawaan atau diturunkan, tetapi ini juga tidak selalu terjadi. Faktor lingkungan, mulai dari lingkungan belajar yang tidak layak hingga limbah-limbah yang membahayakan, kemungkinan ada hubungan dengan SL.
Menurut sumber lain, masalah-masalah yang mungkin bisa jadi penyebab anak lambat belajar antara lain karena masalah konsentrasi, daya ingat yang lemah, kognisi, serta masalah sosial dan emosional.

D. Bimbingan Terhadap Siswa Yang Lambat Belajar
Secara umum, kemungkinan bantuan yang dapat diberikan kepada siswa yang lambat belajar menurut Badan Penelitian dna Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan (BP3K):1985, antara lain :
a.      Pemberian informasi secara lisan
Tujuan pemberian informasi secara lisan adalah untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh siswa sesuai dengan kebutuhannya. Metode yang digunakan dapat diberikan dengan cara tanya jawab, diskusi ataupun ceramah  dengan mempertimbangkan kemampuan dan kesediaan siswa yang bersangkutan.
Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam memberikan informasi secraa lisan, antara lain :
(1)   Mempersiapkan bahan-bahan informasi yang diperlukan dan menyajikan dnegan format tertentu.
(2)   Menciptakan rapport dengan siswa yang menjadi kasus.
(3)   Menkomunikasikan bahan
(4)   Menyimpulkan informasi dan merangkum cara-cara belajar yang akan digunakan siswa serta menutup pertemuan.
b.      Bantuan penempatan
Bantuan penempatan ini ditujukan untuk memperbaiki bantuan siswa dalam mengatasi kesulitan, khusunya yang menyangkut hubungan sosial siswa dalam kelas dan tingkat kemampuan siswa. Misalnya, menempatkan siswa pada kelas-kelas heterogen yang sesuai dengan tingkat kecerdasannya.
c.       Pertemuan dengan orang tua
Pertemuan dengan orang tua murid yang dianggap paling banyak manfaatnya dlam membantu kesulitan-kesulitan yant dihadapi siswa, memberikan pelayanan khusus bagi siswa yang lambat belajar (slow learners) dan memebrikan motivasi serta petunjuk cara-cara belajar yang efektif dan efisien.

d.      Sosiodrama
Sosiodrama ini digunakan untuk memperbaiki hubungan social dengan tema-temannya. Dalam pelaksanaan sosiodrama ini harus memperhatikan langkah-langkah sebagai berikut :
(1)   Persiapan yaitu memeprsiapkan pengelompokan murid, mengidentifikasi masalah yang dihadapi kelompok, merencanakan tema cerita
(2)   Intoduksi yang meliputi memperkenalkan kegiatan dan tujuannya serta menjelaskan cara-cara melaksanakan kegiatan
(3)   Pemilihan peran ayng meliputi kegiatan menceritakan garis besar dan penentuan para pemain
(4)   Pelaksanaan sosiodrama, yaitu masing-masing pemeran memerankan peranannya sampai sesuai denganfantasinya
(5)   Mendiskusikan sikap-sikap yang diperankan, bertukar pendapat dan saran tentang sikap tersebut, pengarahan dan pemecahan
(6)   Mengulangi permainan setelah memeprhatikan hasil diskusi.
e.       Konseling Individual
Pada tahap ini, konselor memberikan bantuan kepada siswa secara individual dengan memperhatikan masalah-masalah yang dihadapi. Maslaah-masalah ini memiliki intensitas kesulitan yang cukup dalam dan teknik yang digunakan sesuai dengan karakteristik dan masalah siswa.
Ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh seorang konselor atau guru dalam  melakukan bimbingan terhadap siswa yang lambat belajar.  Strategi-strategi yang bisa dilakukan oleh seorang konselor atau guru (secara khusus berdasarkan penyebab) antara lain:
1.      Bimbingan bagi anak dengan masalah konsentrasi
(a)    Ubahlah cara mengajar dan jumlah materi yang akan diajarkan. Siswa yang mengalami masalah perhatian dapat ketinggalan jika materi yang diberikan terlalu cepat atau jika beban menumpuk dengan materi yang kompleks. Oleh karena itu, akan berguna bagi mereka untuk :
§  Memperlambat laju presentasi materi
§  Menjaga agar siswa tetap terlibat dengan memberi pertanyaan pada saat materi diberikan.
§  Gunakan perangkat visul seperti membuat bagan/skema garis besar materi untuk memberikan gambaran pada siswa mengenai langkah-langkah atau bagian-bagian yang diajarkan.
(b)   Adakan pertemuan dengan siswa. Siswa mungkin tidak menyadari peranan perhatian dalam proses pengajaran. Mereka juga tidak menyadari kalau perhatian merupakan bidang kesulitan tertentu bagi mereka. Dalam pertemuan ini seorang kita memberikan penjelasan dengan cara yang tanpa memberikan hukuman dan tanpa kencaman akan sangat berguna bagi siswa.
(c)    Bimbing siswa lebih dekat ke proses pengajaran. Karena tanpa disadari kita telah mengalihkan perhatian kita dari siswa. Dengan membawa mereka dekat dengan kita secara fisik dan secara harfiah, akan membawa si anak lebih dekat kepada proses pengajaran.
(d)   Berikan dorongan secara langsung dan berulang-ulang. Biasakan siswa tahu kalau anda melihatnya ketika sedang memperhatikan. Berikanlah kontak mata ketika pembelajaran berlangsung itu sangat penting. Cobalah berikan penghargaan atas kehadirannya. Bisa juga dengan penghargaan verbal yang dilakukan dengan tenang dan lembut.
(e)    Utamakan ketekunan perhatian daripada kecepatan menyelesaikan tugas. Siswa mungkin merasa kecil hati dan tidak diperhatikan bila mereka dihukum karena tidak menyelesaikan tugas secepat orang lain. Membuat penyesuaian dan jumlah tugas yang harus diselesaikan maupun waktu yang disediakan untuk menyelesaikan tugas berdasar kemampuan individu mungkin akan sangat membantu dan mendorong bagi sebagaian siswa.
(f)    Ajarkan self-monitoring of attention. Melatih siswa untuk memonitor perhatian mereka sendiri sewaktu-waktu dengan menggunakan timer atau alarm jam. Mengajarkan mereka untuk mencatat berbagai interval apakah mereke memberikan perhatian atau tidak pada saat pengajaran. Catatan ini akan membantu menciptakan perhatian yang lebih besar bagi kebutuhan dalam memfokuskan perhatian juga bias berguna dalam strategi untuk  memperkokoh keterampilan memperhatikan “attention skill”.
2.      Bimbingan bagi anak dengan masalah daya ingat
(a)    Ajarkan menggunakan highlighting atau menggaris bawahi dengan penanda, untuk membantu memancing ingatan. Mereka harus diberi tahu cara memilih tajuk bacaan, kalimat dan istilah kunci untuk diberi garis bawah atau tanda dengan highlighter. Kemudian me-review dari bacaan yang di sudah digaris bahawahi tadi.
(b)   Perbolehkan menggunakan alat bantu memori (memory aid). Yang mana alat-alat itu bias berfungsi bagi mereka sebagai alat pengingat dan bias jadi juga sebagai alat pengajaran.
(c)    Biarkan siswa yang mengalami masalah sulit mengingat untuk mengambil tahapan yang lebih kecil dalam pengajaran. Misalnya dengan membagi tugas-tugas kelas dan rumah atau dengan memberikan tes kemampuan penguasaan lebih sering.
(d)   Ajarkan siswa untuk berlatih mengulang dan mengingat. Misalnya dengan memberikan tes langsung setelah pelajaran disampaikan.
3.      Bimbingan bagi anak dengan masalah kognisi
(a)    Berikan materi yang dipelajari dalam konteks “high meaning”.  Ini berguna untuk mengetahui apakan siswa memahami arti bacaan mereka atau arti suatu pertanyaan mengenai materi baru. Pengertian dapat diperkokoh dengan menggunakan contoh, analogi atau kontras.
(b)   Menunda ujian akhir dan penilaian. Perlu memberikan umpan balik dan dorongan yang lebih sering bagi siswa berkesulitan belajar. Evaluai terhadap tugas mereka sebagai tambahan pengajaran akan sangat membantu. Dengan kata lain, suatu kesadaran yang konstan mengenai siswa-siswa ini akan membentuk kepercayaan diri dan kemampuan mereka. Bagi sebagian siswa, menunda ujian akhir mereka sampai siswa menguasai sepenuhnya materi yang dipelajari, mungkin merupakan cara terbaik.
(c)    Tempatkan siswa dalam konteks pembelajaran yang “tidak pernah gagal”. Siswa berkesulitan belajar seringkali mempunyai sejarah kegagalan disekolah. Biasanya mereka memiliki perasaan akan gagal (sense of failing) dalam berbagai hal yang mereka lakukan. Memutuskan rantai kegagalan dan menciptakan cipta diri (sense of self) baru bagi siswa ini merupakan sesuatu yang paling penting bagi guru untuk melakukannya. Pada setiap tugas atau kemampuan siswa harus ditarik kembali kepada masalah diman tugas dapat dilakukan tanpa kegagalan.
4.      Bimbingan bagi anak dengan masalah sosial dan emosional
(a)    Buatlah sistem perhargaan kelas yang dapat diterima dan dapat diakses. Siswa berkesulitan belajar perlu memahami sistem penghargaan ini dikelas dan merasa ikut serta di dalamnya. Jangan sampai siswa yang berkesulitan melajar merasa “out  laws”, mereka yang tidak memilki kesempatan untuk mendapatkan penghargaan yang diterima siswa lain. Untuk memahami bagaimana mereka bisa mendapatkan penghargaan yang baik, para siswa disini perlu diberi pemahaman tentang bagaimana cara mendapatkan keuntungan sosial dari sikap positif dan hubungan sosial yang baik dikelas.beberapa siswa mungkin ingin pembuktian langsung dikelas.
(b)   Membentuk kesadaran tentang diri dan orang lain. Sebagian siswa yang berkesulitan beljar tidak memilki kesadaran yang jelas pada sikapnya sendiri serta dampaknya pada orang lain. Membantu siswa ini menjadi lebih mengenal sikap mereka dan dampaknya pada orang lain merupakan kesempatan yang brarti bagi perkembangan sosial dan emosional. Berbicara terbuka dan penuh perhatian kepada siswa ini mengenai sikapnya juga dapat menjadi langkah penting dalam membentuk hubungan yang saling percaya di antara mereka.
(c)    Mengajarkan sikap positif. Ketika siswa berkesulitan belajar menjadi lebih sadar terhadap sikapnya dan mendapat pemahaman yang lebih baik atas interaksi dengan orang lain, mereka akan merespon dengan baik intruksi-intruksi tentang cara membentuk hubungan yang baik dan sense of self (citra diri) yang lebih positif.
(d)   Minta bantuan. Jika sikap seorang siswa berkesulitan belajar sangat tidak layak atau sikap negatifnya tetap ada ketika semua cara telah dicoba, jangan ragu minta bantuan. Cari bantuan pada teman sejawat disekolah yang mungkin dapat memberikan bantuan dalam menjelaskan masalah-masalah social dan emosional, serta mencari solusi mengenai kesulitan tersebut. Pertolongan ini bisa datang dari psikolog, konselor, orang tua, guru, dan kepala sekolah.  Yang terpenting seorang pendidik memahami bahwa minta bantuan bukan tanda kelemahan atau ketidakmampuan.
Bantuan Orang Tua bagi Anak yang Lambat Belajar :
1.      Adanya perhatian dan pemahaman
Ketika anak yang lambat belajar membawa raport yang buruk. Bicaralah pada mereka dengan tenang, lalu tanyakan tentang perasaannya. Tak perlu ada kemarahan. Karena kemarahan bukanlah suatu penyelesaian. Hal itu akan memperburuk kondisi, yang terburuk adalah ketika mereka membenci campur tangan orang tua.
2.      Adanya kerja sama dengan guru
Komunikasi yang dilakukan antara orang tua dan guru tentang kesulitan belajar anak lambat belajar akan sangat membantu pengembangan potensinya secara optimal. Jika orang tua tidak memiliki waktu untuk menemui guru anak lambat belajar, arang tua dapat menemukan website sekolah ataupun email guru anak lambat belajar. Guru akan mengusahakan yang terbaik bagi anak lambat belajar dan memberikan penghargaan pada orang tua yang seperti itu.
3.      Pengusahaan asesmen
Lakukan komunikasi dengan pihak sekolah untuk melakukan pengetesan anak lambat belajar yang melibatkan psikolog. Hal ini akan mempermudah pemahaman berbagai pihak, baik orang tua maupun guru terkait kelemahan yang anak lambat belajar miliki.
4.      Jadilah orang tua yang bijaksana
Jagalah komukasi orang tua dan anak lambat belajar. Selain itu, guru juga perlu melakukan hal yang sama. Berikan respon positif tentang privasinya. Jika memang mereka membutuhkan waktu yang lebih banyak (waktu ekstra) dalam menulis suatu ujian, berilah perhatian lebih
5.      Adanya pekerjaan rumah
Anda membutuhkan waktu setiap malam untuk membantu anak lambat belajar dalam menyelesaikan tugasnya. Itu memang tidak mudah, tetapi hal itu juga tidak mudah bagi anak lambat belajar jika tidak adanya suatu kepedulian, seperti penerapan reward. Jika orang tua bekerja bersama-sama dengan anak lambat belajar, mereka juga akan belajar tentang bagaimana belajar dari orang tua. Selain itu, orang tua juga akan mendapati suatu hubungan emosi yang semakin kental dengan anak lambat belajar.
6.      Kesediaan untuk melindungi anak
Biasanya beberapa kesalahan dilakukan oleh guru. Mereka memberikan suatu makna bahwa kesalahan dilakukan oleh anak lambat belajar, jika anak lambat belajar benar-benar merasa bahwa mereka akan melakukan hal yang lebih baik jika mendapatkan guru lain atau kurikulum lain. Maka, bicaralah dengan konselor sekolah untuk pertama kalinya, mereka akan memberikan respon yang lebih cepat. Jelaskanlah bahwa ini adalah masalah belajar, bukan masalah administrasi atau yang lain.



Tindak Lanjut untuk Memenuhi Kebutuhan Anak Lambat Belajar :
Lingkungan
Materi
Tugas
Teknik dalam Memanajemen
Lain-Lain
Pengubahan Pengaturan
Gunakan inovasi: penghitungan, penulisan, bermain dan belajar, dll.
sederhana dan/ atau singkat
pengarahan, kontak positif
merujuk pada Kelompok Belajar Siswa untuk ide alternatif
Mengurangi gangguan-gangguan
Menggabungkan semua gaya belajar (auditory, visual, kinesthetic)
Membuat kontak individual
penyediaan timbal balik sesegera mungkin
Mendiskusikan ide-ide dengan personel sekolah lainnya
 Adanya peran orang tua
Menggunakan bahan yang tersedia dari Bab I dan sumber-sumbaer lain
Mencoba intruksi lain dan  pemberian test (misal: karya seni, penggunaan tape recorder, verbal vs. respon tertulis, teknik "lihat aku", pemetaan dan pengelompokkan)
Berkeliling kelas
Meriview semua berkas
Pengajar yang seusia, pengajar yang berasal dari sekolah lain ataupun asisten pengajar
Memasukkan komputer  sebagai alat untuk memerintah, melatih, dan memberikan penguatan
Memberikan tugas-tugas pendek yang diperlukan
Memanggil nama siswa atau menyentuh mereka sebelum memberikan perintah
Mengatur kembali harapan
Mengikuti pembelajaran kelompok dengan kelas lain
Mengatur kemajuan
Memberikan instruksi yang spesifik
Menulis perintah di papan tulis atau memberikan lembar perintah
Kompensasi untuk masalah fisik di dalam kelas
Menggunakan beragam pengelompokan
Siswa mengulang perintah atau tugas secara lisan
Menyediakan kesempatan untuk membangun kesuksesan
Mengurangi panjangnya jam sekolah
Menggunakan pengelompokan kooperatif
Memberikan waktu kepada siswa untuk keluar dari bangkunya untuk melepaskan energinya
Menyediakan panduan praktis untuk kemampuan lain
Pengelompokan silang antar kelas




BAB III
PENUTUP

1.      SIMPULAN
Slow learner/lambat belajar adalah siswa yang lambat dalam proses belajar, sehingga ia membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan sekelompok siswa lain yang memiliki taraf potensi intelektual yang sama.
Faktor penyebab dari slow learner/ lambat belajar sebenarnya tidak ada seorang pun. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa SL itu adalah pembawaan atau diturunkan, tetapi ini juga tidak selalu terjadi. Faktor lingkungan, mulai dari lingkungan belajar yang tidak layak hingga limbah-limbah yang membahayakan, kemungkinan ada hubungan dengan SL.
Gejala yang terjadi pada anak yang mengalami lambat belajar yaitu keterlambatan, kelainan tingkah laku, kurangnya kemampuan dan prestasi yang rendah.

2.      SARAN
Konselor harus lebih peka terhadapa anak yang mengalami lambat belajar. Dan diusahakan untuk memberikan pengajaran yang lebih inovatif sehingga anak tertarik dan dapat memahaminya. Konselor bisa merekomendasikan kepada guru untuk melaksanakan remedial teaching jika anak susah untuk mengikuti pelajaran di kelasnya.




1 komentar:

Mengenai Saya

Foto saya
Teman-teman kami bilang kami ini kembar, padahal kenyataannya jauh berbeda. Kesamaan kami hanyalah kami sama-sama wanita, kami berasal dari daerah yang sama, kami dalam kelas yang sama, dan huruf awal nama kami sama-sama 'A".