Selasa, 03 April 2012

Mind Maping Masalah Pribadi Sosial


EVALUASI DAN MAPING MASALAH PRIBADI SOSIAL
SMP NEGERI 1 DRIYOREJO
Dosen : Drs. Moch. Nursalim, M.Si
                                Dra. Retno Tri Hariastuti, M.Pd. Kons

Nama Kelompok
M. Fathoni Agung S.  (101014055)
Citra Enggar P.           (101014235)
Faizatul Amilin           (101014236)
Annisa Ulfiandari       (101014238)
Ajeng Ariningsun        (101014243)
BK 2010 B

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN
PRODI BIMBINGAN DAN KONSELING
2012

EVALUASI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
SMP NEGERI 1 DRIYOREJO

            Masalah pribadi maupun sosial yang dialami oleh siswa di SMP Negeri 1 Driyorejo sangat beragam. Masalah pribadi yang biasa terjadi diantaranya malas, membolos, merokok, kurang percaya diri, dan melanggar tata tertib sekolah. Sedangkan masalah sosial yang sering timbul yaitu saling mengejek, memalak, dan berkelahi.
            Upaya yang dilakukan oleh guru BK untuk menangani masalah-masalah tersebut sudah cukup baik, namun ternyata hasil yang didapatkan masih belum maksimal. Seperti halnya dengan masalah membolos, meskipun guru BK sudah memberikan layanan informasi pada saat MOS tetapi masih banyak siswa yang membolos. Konseling individu juga telah diberikan kepada siswa yang biasanya membolos, tetapi mereka masih tetap mengulanginya lagi.
Demikian juga dengan masalah saling mengejek, guru BK di sana hanya memberikan layanan konseling kelompok, layanan informasi yang dilakukan pada saat MOS dan tatap muka di kelas, serta dengan pemanggilan orangtua, sehingga tujuan yang diinginkan belum tercapai.
            Menurut kelompok kami, ada beberapa layanan lagi yang seharusnya diberikan oleh guru BK, diantaranya adalah:
·         Masalah merokok:
1.      Siswa yang merokok selain diberikan layanan konseling individu, sebagai tindakan preventif juga dapat diberikan layanan informasi. Informasi dapat berupa poster-poster yang berisi tentang bahaya merokok atau ajakan untuk menjauhi rokok yang ditempel pada tempat-tempat strategis yang biasanya dilalui siswa.
2.      Guru BK bekerjasama dengan wakasek kesiswaan untuk mengadakan penyuluhan tentang bahaya merokok dengan menghadirkan petugas kesehatan dan mantan perokok yang telah merasakan dampak buruk dari merokok.
3.      Guru BK dapat mengajak siswa untuk mengikuti kegiatan bimbingan kelompok. Dalam bimbingan kelompok ini guru BK memberikan topik tugas dengan tema bahaya merokok bagi kesehatan.
·         Masalah membolos:
1.      Guru BK mengadakan konferensi kasus dengan pihak-pihak yang terlibat, seperti orangtua, guru mata pelajaran, kepala sekolah, dan wali kelas.
2.      Guru BK dapat melakukan kunjungan ke rumah siswa yang bersangkutan untuk menemui orangtua dan melakukan observasi terhadap situasi rumah maupun lingkungannya.
·         Masalah memalak:
1.      Guru BK mengadakan kegiatan bimbingan kelompok. Dalam bimbingan kelompok ini, guru BK memberikan topik tugas dengan tema interaksi sosial sesama teman.
2.      Selain itu guru BK juga dapat melakukan kunjungan rumah dengan tujuan mengobservasi keadaan rumah, keluarga, serta lingkungan tempat tinggalnya.
·         Masalah mengejek teman:
1.      Guru BK mengadakan layanan mediasi dengan mempertemukan siswa yang berselisih. Dalam kegiatan ini guru BK berperan sebagai mediator.
2.      Guru BK mengajak siswa untuk mengikuti bimbingan kelompok. Dalam kegiatan ini, guru BK memberikan topik tugas dengan tema interaksi sosial sesama teman.








MAPING MASALAH PRIBADI
 


                                                                                                        















Deskripsi :
Perilaku membolos siswa disebabkan oleh rasa malas dan jenuh dengan suasana belajar di sekolah. Siswa lebih memilih pergi ke tempat penyewaan game online atau nongkrong di warung kopi daripada mengikuti pelajaran di kelas. Bagi siswa, game online dan nongkrong lebih menyenangkan daripada belajar di kelas. Dari perilaku membolos tersebut akan menyebabkan prestasi belajar siswa menurun dan juga merugikan sekolah karena biasanya siswa keluar dari sekolah dengan cara merusak pagar. Upaya yang dapat dilakukan guru BK untuk mengantisipasi terjadinya masalah tersebut adalah mengadakan bimbingan kelompok dengan tema yang dibahas adalah perilaku membolos, selain itu guru BK juga dapat memberikan layanan informasi dengan topik bahasan cara mengatasi rasa malas dan jenuh. Sedangkan upaya penyelesaian masalah yang dapat dilakukan guru BK adalah mengadakan kegiatan konferensi kasus yang menghadirkan pihak-pihak yang terlibat, seperti orangtua, guru mata pelajaran, kepala sekolah, dan wali kelas. Selain itu guru BK juga dapat melakukan kunjungan ke rumah siswa yang bersangkutan untuk menemui orangtua dan melakukan observasi terhadap situasi rumah dan lingkungannya. Setelah masalah terselesaikan guru BK dapat memberikan upaya pengembangan agar masalah yang sudah terselesaikan itu tidak terulang kembali, yaitu dengan menjalin komunikasi yang baik dengan siswa dan orangtuanya, kemudian guru BK juga dapat mengadakan kegiatan training dengan tema manajemen motivasi diri.









SKENARIO BIMBINGAN KELOMPOK

Tema   : Perilaku Membolos
No
Langkah-Langkah Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling
Tahapan
Contoh Kalimat
1
Menerima secara terbuka dan me ngucapkan terima kasih
Pembentukan
Konselor: Assalamu’alaikum Wr. Wb,
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas kesediannya untuk mengikuti bimbingan kelompok hari ini (konselor menyapa dengan ramah dan senyum)
2
Berdoa
Konselor: Sebelum kita memulai bimbingan kelompok mari kita berdo’a terlebih dahulu
3
Menjelaskan bimbingan kelompok
Konselor: Anak- anak, sudah tahu belum tujuan kita berkumpul disini itu apa?,
Konseli: Untuk bimbingan kelompok bu,
Konselor: Anak- anak sudah tahu belum bimbingan kelompok itu apa?,
Konseli: Belum bu,
Konselor: Baiklah kalau begitu ibu jelaskan terlebih dahulu, apa yang dimaksud bimbingan kelompok. Bimbingan kelompok adalah salah satu jenis layanan BK yang diberikan kepada sejumlah orang atau beberapa orang dengan memanfaatkan dinamika kelompok untuk memperoleh informasi dan pemahaman baru dari topik yang dibahas.
4
Menjelaskan tujuan bimbingan kelompok
Konselor: Jadi, nanti setelah bimbingan kelompok anak- anak mendapat informasi dan pemahaman baru dari topik yang dibahas ini
5
Menjelaskan cara pelaksanaan bimbingan kelompok
Konselor: Jadi, dalam pelaksanaan bimbingan kelompok ini kita akan membahas dan mendiskusikan secara bersama- sama dengan anggota kelompok ini
6
Menjelaskan asas-asas bimbingan kelompok
Konselor: Agar bimbingan kelompok ini berjalan dengan baik, maka diharapkan masing- masing anggota secara suka rela mau menyampaikan pendapatnya tanpa paksaaan, agar kegiatan bimbingan kelompok ini dapat berjalan dengan dinamis diharapkan setiap anggota untuk lebih terbuka tentang segala sesuatu yang terkait dihati, dan partisipasi anda disini juga sangat diharapkan seperti menyampaikan ide, serta pendapat. Selain itu dalam bimbingan kelompok ini juga tidak boleh menyudutkan antar anggota kelompok apabila nantinya terdapat pembicaraan yang ada kaitannya dengan kehidupan seseorang diharapkan semua anggota kelompok dapat  merahasiakannya.
7
Perkenalan dilanjutkan dengan permainan atau rangkaian nama
Konselor : anak-anak apa kalian semua sudah mengenal  satu sama lain?
Konseli : belum bu,
Konselor : baiklah, kalau begitu agar lebih akrab bagaimana kalau kita saling memperkenalkan diri
Konseli : iya bu
Konselor : supaya berbeda dengan biasanya ibu akan memberikan satu aturan dalam memperkenalkan diri. Aturannya seperti ini, kita duduk melingkar dan bergandengan tangan. Untuk memperkenalkan diri setiap anak nantinya akan meyebutkan nama dan warna favoritnya, lalu teman disebelahnya akan menyebutkan warna favorit temannya tadi diikuti nama dan warna favoritnya, begitu seterusnya.
8
Menjelaskan kembali kegiatan kelompok
Peralihan
Koselor: gimana anak-anak, sekarang sudah saling mengenal semua kan?
Konseli: iya, sudah bu
Konselor : Anak-anak perlu kalian ketahui bahwa dalam bimbingan kelompok ini harus beranggotakan minimal 10 orang dan maksimal 15 orang
9
Tanya jawab tentang kesiapan anggota untuk kegiatan lebih lanjut
Konselor: bagaimana apa anak-anak sudah merasa siap semua untuk mengkuti bmbingan kelompok ini?
10
Mengenali suasana apabila anggota secara keseluruhan atau sebagian belum siap untuk memasuki tahap berikutnya dan mengatasi suasana tersebut
Konselor : Kalau semua sudah merasa siap ibu akan melanjutkan kegiatan bimbingan kelompok kita, tapi jika memang ada dari kalian yang  merasa belum siap kita melakukan ice breaking dulu.  Tapi sepertinya kalian sudah siap dan sudah kelihatan akrab satu sama lain.
konsei: iya bu, saya sudah siap.
11
Memberi contoh topik bahasan yang dikemukakan dan dibahas dalam kelompok
Konselor : oke, kalau semua sudah siap mengikuti bimbingan kelompok, mari kita sepakati topik yang akan di bahas, misalnya yaitu tentang pergaulan bebas, sex education, korupsi, dan lain-lain.
12
Pemimpin kelompok mengemukakan topik bahasan yang telah dipersiapkan
Kegiatan
Konselor : Sepertinya untuk saat ini kalian lebih cocok untuk membahas perilaku membolos, jika memang kalian menghendaki untuk membahas topik itu, mari kita bahas bersama-sama
13
Menjelaskan pentingnya topik tersebut dibahas dalam kelompok
Konselor: Karena akhir-akhir ini banyak siswa yang membolos, jadi ibu rasa lebih cocok jika kita membahas topik ini.
14
Tanya jawab tentang topik yang dikemukakan pemimpin kelompok
Konselor: Dari anggota kelompok disini, mungkin ada yang sudah tahu tentang apa itu perilaku membolos?
Konseli 1: Iya bu, saya tahu.
Menurut saya, perilaku membolos itu nggak masuk pas waktunya sekolah.
Konseli 5: Kalo menurut saya membolos itu nggak ikut pelajaran di kelas.
Dst.
15
Pembahasan topik tersebut secara tuntas
(Konselor memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai perilaku membolos serta dampaknya).
16
Selingan
(Ice Breaking)
17
Menegaskan komitmen para anggota kelompok (apa yang segera dilakukan berkenaaan dengan topik yang telah dibahas)
Konselor: Setelah mendapat informasi ini, apakah sudah ada gambaran dalam diri kalian masing- masing?
Konseli
2: Sudah bu, setelah ini saya gak mau bolos lagi.
Konseli 3:
iya bu, kasian orangtua saya, saya mau lebih giat lagi. Jangan sampai saya membolos dan mengecewakan orangtua saya.
Dst.
18
Menjelaskan bahwa kegiatan bimbingan kelompok akan diakhiri
Pengakhiran
Konselor: Nah, sepertinya kalian sudah cukup paham tentang topik yang baru saja kita bahas, jadi pertemuan hari ini ibu rasa sudah cukup.
19
Anggota kelompok mengemukakan kesan dan menilai kemajuan yang dicapai masing-masing
Konselor: Sebelum pertemuan ini kita akhiri, mungkin dari kalian ada yang mau menyampaikan kesan setelah terlaksananya bimbingan kelompok ini?
Konseli: (beberapa konseli mengemukakan kesannya)
20
Pembahasan kegiatan lanjutan
Konselor: Oke, menurut kalian apa kita perlu melakukan bimbingan kelompok lagi?
Konseli : Iya bu,,
Konselor : Baiklah, kalau begitu kapan kita bisa melakukan bimbingan kelompok lagi? Atau kalau sekarang masih bingung kapan waktunya, nanti saja kalian hubungi ibu kalau sudah menemukan waktu yang tepat. Bagaimana?
Konseli : Iya bu.
21
Pesan serta tanggapan anggota kelompok
Konselor : Hmm, sebelum kegiatan kali ini kita tutup mungkin ada yang mau menyampaikan pesan atau tanggapan?
Konseli: (konseli menyampaikan pesan dan tanggapannya)
22
Ucapan terima kasih
Konselor: oke, terimakasih karena kalian sudah bersedia mengikuti bimbingan kelompok hari ini, ibu sangat senang sekali dengan antusiasme kalian.
23
Berdoa
Konselor : Sebelum kita akhiri, marilah kita tutup dengan berdo’a bersama (berdo’a mulai).
24
Perpisahan
(Saling berjabat tangan antara Konselor, Konseli  satu dengan yang lain).


MAPING MASALAH SOSIAL

 

























Deskripsi :
            Masalah sosial yang sering terjadi adalah saling mengejek. Adapun faktor penyebab yang melatarbelakangi terjadinya masalah tersebut diantaranya kondisi fisik yang tidak ideal (misalnya : kelebihan berat badan, gigi tidak rata, dan sebagainya), mengejek nama serta pekerjaan orang tua yang dipandang kurang layak (misalnya : menjadi tukang becak, penyabung ayam, sopir angkot, tukang parkir, dan sebagainya),  mengejek pacar teman, dan juga bisa disebabkan karena timbulnya perasaan iri terhadap sesama teman.
            Akibat dari masalah tersebut diantaranya, siswa yang menjadi korban ejekan akan merasa minder di hadapan teman-teman yang lain, yang akhirnya membuat siswa tersebut tidak mau masuk sekolah (membolos), adanya rasa dendam diantara keduanya yang kemudian mengakibatkan terjadinya perkelahian. Hal ini membawa dampak terhadap menurunnya prestasi belajar pada siswa tersebut.
Dari berbagai faktor serta akibat yang ditimbulkan dari masalah tersebut ada beberapa upaya yang dilakukan oleh seorang konselor (guru BK), yaitu upaya preventif untuk mencegah terjadinya masalah tersebut, diantaranya: memberikan beberapa alternatif layanan BK kepada siswa misalnya layanan informasi, layanan bimbingan kelompok, maupun layanan bimbingan klasikal dengan memberikan materi mengenai cara menghadapi ejekan atau kritikan, cara bergaul dengan baik, cara berinteraksi yang baik antar sesama teman, cara menghargai orang lain, dan cara memahami orang lain.
Sedangkan upaya kuratif yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu melalui pemberian layanan mediasi, dimana guru BK berperan sebagai mediator diantara kedua pihak yang mengalami perselisihan dengan mempertemukannya, juga bisa melalui pemberian layanan konseling kelompok dengan mengumpulkan beberapa pihak yang terkait sekaligus membicarakan serta membahas masalah yang terjadi,  dari upaya kuratif yang dilakukan tersebut diharapkan siswa dapat menumbuhkan pemahaman dan kesadaran dalam dirinya terutama kepada siswa yang suka mengejek, sehingga nantinya siswa tersebut meminta maaf dan saling memaafkan.
Selanjutnya, upaya pengembangan yang bisa diberikan adalah melalui layanan informasi, dimana guru BK dapat memfasilitasi siswa dengan memberikan Bibliokonseling (buku bacaan, misalnya mengenai cara bergaul yang sehat, berinteraksi sosial dengan sesama teman, dll). Guru BK juga bisa melakukan ataupun mengadakan sharing terhadap siswa dengan tetap menjaga hubungan baik melalui komunikasi rutin.


LAYANAN INFORMASI

Tema : Cara Menghadapi Kritik

Cara Bijak Menghadapi Kritik

Kritik bagi sebagian orang merupakan sesuatu yang tidak mengenakkan, apalagi bagi orang yang sensitif. Bagaimana tidak, usaha yang selama ini dikerahkan ternyata masih saja mengundang rasa tidak puas dari orang lain. Tapi, begitulah hidup. Sebagai makhluk sosial, kita tidak bisa terbebas dari kritik.
Memang, ada cara ampuh untuk menghindari kritik, yakni dengan tidak melakukan apa-apa dan tidak menjadi apa-apa. Namun, cara seperti itu bukanlah pilihan yang layak diambil oleh para pemenang hidup.
Dari pada menghindari kritik, tentu akan jauh lebih baik bila kita belajar menerima atau menghadapinya dengan baik serta mengambil manfaatnya. Bagi sebagian orang, hal ini ternyata tidaklah mudah. Kritik, sehalus apa pun cara menyampaikannya, ternyata tetap bisa mendatangkan rasa tidak enak, apalagi bila kritik tersebut bersifat menjatuhkan. Bagi Anda yang termasuk dalam golongan ini, 6 cara bijak menghadapi kritik berikut ini bisa dicoba untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Berusaha untuk mengambil sudut pandang yang sama dengan si pemberi kritik. Jika berhasil, maka kita akan benar-benar memahami alasan inti si pemberi kritik dalam melontarkan kritik tersebut. Kalau sudah demikian, maka biasanya kita tidak akan terlalu “panas” dan terganggu sehingga bisa lebih rileks dalam menyusun argumen yang efektif dalam menjawab kritik tersebut.
2. Memandang kritik dari sisi yang positif. Kritik pada dasarnya bisa digolongkan ke dalam dua hal, yakni yang berlandaskan maksud baik dan maksud jahat. Namun, sebagai pribadi yang merdeka, kita punya pilihan untuk memandang bahwa semua kritik tersebut dilontarkan atas maksud baik (positif). Cara pandang seperti ini sangat menguntungkan karena membuat pikiran kita lebih jernih sehingga bisa mengambil manfaat kritik dengan maksimal.
3. Jangan biarkan diri kita hanyut dalam perasaan sakit hati dan dendam ketika mendapatkan kritik, sebab hal itu sangat merugikan diri sendiri. Kerugian tersebut ibarat membakar seluruh rumah sendiri untuk membunuh seekor tikus yang bersembunyi di balik lemari.
4. Tanamkan asumsi kepada diri sendiri bahwa mendapat kritik merupakan hal yang membanggakan. Ya, kritik biasanya ditujukan kepada orang yang berkarya, orang yang melakukan apa-apa, atau orang yang menyandang status “penting”. Sebaliknya, orang yang pasif, berdiam diri, dan tidak populer biasanya jauh dari kritik.
5. Ambil hikmah dari setiap kritik yang kita dapat. Kritik seringkali menampilkan banyak hal penting yang tersembunyi dari pandangan atau pikiran kita. Sebelum bereaksi terhadap kritik, sebaiknya kita menelitinya terlebih dahulu. Bila kritik itu salah, bisa diabaikan. Namun jika benar, maka bisa kita jadikan sarana penting untuk memperbaiki diri.
6. Gunakan cara yang asertif dalam menanggapi kritik. Cara yang asertif adalah cara yang menegaskan pendirian dan pendapat dengan yakin, jelas, tegas, dan positif. Sikap seperti itu memungkinkan kita untuk menyatakan pendapat atau kehendak dengan tegas, elegan, dan terhormat dengan tetap menjaga harga diri dan kehormatan orang lain.


Tema : Cara Mengendalikan Amarah

Mengendalikan Amarah

Beberapa hal berikut ini mungkin layak anda pertimbangkan untuk mengendalikan amarah:
1.    Relaksasi
Relaksasi dapat dilakukan dengan berbagai variasi, misalnya menarik nafas dalam-dalam, melakukan latihan-latihan ringan untuk mengendurkan otot-otot, atau pun dengan kata-kata: "relaks, tenang aja, take it easy, gak apa-apa kok".         
2. Humor
Dalam penggunaan humor hendaklah perlu diperhatikan 2 hal:
1)   Jangan menggunakan humor hanya untuk menertawakan masalah yang sedang anda hadapi tetapi gunakan humor sebagai suatu cara yang konstruktif untuk menyelesaikan masalah,
2)   Jangan menggunakan humor-humor yang bersifat kasar atau sarkastik sebab hal itu merupakan bentuk ekspresi kemarahan yang tidak sehat.      
3. Mengubah Cara Pandang
Cobalah mengubah pikiran-pikiran yang berlebihan dengan suatu yang rasional. 
Contoh:
Daripada anda mengatakan: "ah, ini sangat mengerikan, hancur semuanya, ini adalah mimpi buruk bagi saya",
Cobalah mulai mengubahnya dengan: "ya, memang hal ini membuat saya frustrasi, dan saya bisa memahami mengapa saya menjadi marah, tetapi ini bukanlah akhir dari segalanya bagi saya dan kemarahan tidak akan mengubah apa-apa".
4. Selesaikan Masalah Secara Tuntas
Alangkah baiknya jika anda membiasakan diri menyelesaikan setiap permasalahan yang berhubungan dengan diri anda. Dengan berkurangnya beban psikologis dalam diri anda maka kemungkinan menjadi marahpun akan berkurang.
5.  Melatih Cara Berkomunikasi
Meskipun setiap individu berhak untuk membela diri ketika dikritik atau diajak adu argumentasi, namun untuk itu diperlukan ketenangan dan sikap untuk tidak merespon secara terburu-buru.
6.  Mengubah Lingkungan
Apa yang dimaksudkan dengan mengubah lingkungan dapat berupa penataan kembali tempat tinggal ataupun tempat kerja anda. Mengubah lingkungan dapat juga berarti merubah aturan main yang berlaku di lingkungan tersebut dan juga termasuk mengubah kebiasaan diri anda sendiri.
7.  Melakukan Konseling
Melalui bantuan para profesional mungkin akan diberikan bimbingan bagaimana cara-cara yang tepat dalam mengendalikan amarah agar tidak merusak aspek kehidupan yang lain.

Anda tidak akan pernah bisa menghilangkan amarah tetapi anda bisa mengendalikannya”


0 komentar:

Poskan Komentar

Mengenai Saya

Foto Saya
Teman-teman kami bilang kami ini kembar, padahal kenyataannya jauh berbeda. Kesamaan kami hanyalah kami sama-sama wanita, kami berasal dari daerah yang sama, kami dalam kelas yang sama, dan huruf awal nama kami sama-sama 'A".