Rabu, 11 April 2012

Macam-macam Gaya Belajar


Oleh: Ajeng Ariningsun (101014243) 
Sumber : Solihudin, Ichsan. 2011. The Magic Way to Make Your Kids Brilliant Students. Bandung; Penerbit Grafindo

Gaya Belajar Visual
Anak memiliki gaya belajar visual lebih mudah belajar dengan menggunakan media pembelajaran seperti diagram, buku pelajaran bergambar, video, dan teknik-teknik visual lainnya.
.
Ciri-ciri gaya belajar visual
1.      Konsentrasi tidak terganggu oleh suara
2.      Lebih mengingat apa yang dilihat daripada apa yang didengar (ingat muka lupa nama)
3.      Lebih menyukai membaca daripada dibacakan
4.      Biasanya seorang pembaca yang cepat dan tekun
5.      Cenderung menyukai duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas
6.      Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali meminta bantuan orang lain untuk mengulanginya. 
.
Strategi untuk mempermudah belajar
1.    Gunakan buku yang banyak memuat ilustrasi gambar dan warna
2.    Gunakan warna untuk meng-hilite atau menggarisbawahi hal-hal penting
3.    Ajak untuk membaca buku-buku berilustrasi
4.    Gunakan multimedia, seperti komputer dan media video audio
5.    Ajak untuk mengilustrasikan ide-idenya dalam bentuk gambar
6.    Beri ia pulpen dengan warna yang bermacam-macam; warna menjadi rangsangan utama bagi tipe visual. Jadi, gunakan sebanyak mungkin warna untuk menanda catatan atau buku yang dibaca. Menggunakan banyak warna akan semakin mengaktifkan otak kanan.
7.      Perhatikan penerangan di ruang belajar
.
Gaya Belajar Auditori
Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat lebih cepat belajar dengan menggunakan metode diskusi dan mendengarkan ceramah guru atau orangtua. Terkadang informasi tertulis kurang bisa ditangkap dan sipahami maknanya oleh anak dengan gaya belajar ini. Anak seperti ini biasanya menghafal dengan lebih cepat jika dengan cara membaca teks dengan suara nyaring atau mendengar kaset.
.
Ciri-ciri gaya belajar auditori
1.      Lebih efektif belajar berkelompok daripada belajar sendiri
2.      Mudah terganggu oleh keributan
3.      Belajar dengan cara mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan
4.      Lebih senang membaca dengan keras daripada menuliskannya
5.      Menggerakkan bibir dan mengucapkan tulisan ketika membaca
6.      Biasanya seorang pembicara yang fasih
7.      Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan visual
.
Strategi untuk memudahkan proses belajar
1.      Mendampingi anak dalam proses belajar melalui tanya jawab
2.      Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras jika anak mengalami kebuntukan dalam belajar
3.      Hindari suara TV, radio, kendaraan bermotor, mesin jahit, atau sejenis bunyi-bunyian lainnya yang cepat mengganggu konsentrasi anak pada saat belajar, kecuali suara music yang cocok dan mereka sukai
4.      Suruh anak untuk mempresentasikan atau menerangkan apa yang sudah dipelajari layaknya seorang guru yang menerangkan pelajaran kepada murid-muridnya
5.     Gunakan voice recorder (perekam suara) atau tape recorder saat mendengarkan pelajaran di sekolah, tempat kursus atau pada saat belajar sendiri. Rekamlah materi pelajaran ke dalam voice recorder dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur. Dijamin, daya ingat mereka akan meningkat tajam, proses belajar pun akan menjadi lebih efektif dan menyenangkan.
.
Gaya Belajar Kinestetik
Anak yang mempunyai gaya belajar kinestetik, belajar melalui bergerak, menyentuh, dan praktik. Anak seperti ini sulit diminta untuk duduk dian berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktivitas dan bereksplorasi sangatlah kuat.
.
Ciri-ciri gaya belajar kinestetik
1.      Suka berpindah-pindah tempat ketika belajar
2.      Banyak melakukan aktivitas fisik ringan saat belajar atau berbicara (sambil memutar-mutar pulpen, menggoyang-goyangkan tungkai kaki, dan sebagainya)
3.      Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi ribut
4.      Lebih mudah menghafal atau mengingat sesuatu sambil berjalan atau menggerakkan bagian tubuh tertentu
5.      Tidak bisa tahan duduk terlalu lama saat mendengarkan pelajaran
.
Strategi untuk mempermudah proses belajar
1.      Jangan paksakan anak untuk belajar hingga berjam-jam
2.      Izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar
3.      Gunakan warna terang untuk meng-hilite hal-hal penting dalam bacaan, kegiatan ini berfungsi untuk mengaktifkan otak kanan agar anak lebih rileks dan menguatkan ingatan jangka panjangnya
4.     Gunakan media komputer, hal ini akan sangat membantu untuk memperlancar proses belajarnya
5.      Berikanlah pengertian kepada anak bahwa dengan mempelajari sesuatu akan sangat bermanfaat baginya di kemudian hari, dengan pendekatan seperti ini anak kinestetik akan semakin termotivasi untuk belajar
6.     Buatlah jeda di sela-sela waktu belajar. Misalnya, belajar selama 20 menit lalu jeda sebentar untuk jalan-jalan, atau aktivitas gerak lainnya selama 2 menit. Dengan kegiatan seperti ini belajar akan menjadi sangat menyenangkan dan materi pelajaran pun akan dengan sangat mudah dipahami anak. 
.
Satu hal yang penting untuk diketahui yaitu jika gaya belajar anak tidak sesuai dengan gaya belajar yang diterapkan di rumah maupun di sekolah, anak bisa menjadi tidak percaya diri, prestasinya tidak sebanding dengan IQ-nya (underachiever), atau bahkan bisa menimbulkan kerugian bagi orang lain di sekitarnya. Kenakalan siswa di sekolah bisa jadi merupakan semacam seruan pemberontakan terhadap gaya belajar yang terlalu dipaksakan. Mereka menganggap gaya belajar yang diterapkan terhadap mereka tidak sesuai dengan gaya belajar yang mereka kehendaki. Cara-cara mengekspresikan permintaan tolong itu adalah dengan melalukan hal-hal yang dianggap kenakalan oleh orang dewasa.
Gaya belajar juga sangat menentukan prestasi akademik anak. Jika terhadap mereka diterapkan strategi belajar yang sesuai dengan gaya belajarnya, anak dapat berkembang dengan lebih baik dan tentu saja prestasinya juga akan baik. Demikian pula jika terhadap mereka diterapkan strategi yang tidak sesuai dengan gaya belajarnya, maka perkembangan dan prestasinya juga akan buruk.
.
Cara yang dianggap paling efektif untuk mengetahui kecenderungan gaya belajar anak adalah dengan cara mengamati tingkah lakunya sehari-hari, terutama pada saat mereka bermain. Di bawah ini terdapat panduan untuk mengamati tingkah laku anak dan melihat kecenderungan gaya belajar mereka menurut model gaya belajar VAK (Visual-Auditory-Kinesthetic).
 .
VISUAL
AUDITORY
KINESTHETIC
Gemar membaca, menonton film, mengisi TTS, memerhatikan ekspresi orang saat berbicara
Suka mendengarkan musik, radio, sandiwara, debat, atau diskusi. Anak-anak auditori suka dibacakan cerita dengan berbagai intonasi.
Menyukai kegiatan aktif, baik social, kesenian, maupun olahraga.
Menyatakan emosi melalui ekspresi wajah.
Mengungkapkan emosi secara verbal melalui perubahan nada bicara atau intonasi.
Mengungkapkan emosi melalui bahasa tubuh.
Lebih mengingat wajah orang daripada namanya, mengingat kata dengan melihat susunan huruf pada kata.
Ingat dengan baik nama orang, mampu mengingat fakta dengan baik dan mempunyai perbendaharaan kata yang luas.
Mampu mengingat dengan baik peristiwa-peristiwa yang menarik.
Lebih suka menjelaskan sesuatu menggunakan gambar, bagan, grafik, atau peta.
Menjelaskan sesuatu dengan kata-kata verbal dan senang member instruksi verbal.
Menjelaskan sesuatu dengan cara mendemonstrasikannya.
Selera berpakaian: bergaya (penampilan lebih penting).
Selera berpakaian: yang penting label. Dapat menjelaskan pilihan pakaiannya.
Selera berpakaian: kenyamanan lebih penting daripada gaya.
Punya ingatan visual yang baik, ingat di mana meninggalkan benda beberapa hari yang lalu.
Cenderung mengingat dengan baik kata-kata dan gagasan yang pernah diucapkan.
Lebih baik mengingat saat menggunakan alat bantu tiga dimensi.
Dalam mencoba hal-hal baru (mainan baru) lebih suka melihat buku petunjuk atau demonstrasinya.
Dalam mencoba hal baru (mainan baru) lebih memilih instruksi secara verbal.
Langsung mencoba sendiri mainan baru.
Menggunakan kata atau ungkapan seperti: melihat, menonton, menggambarkan, sudut pandang.
Menggunakan kata atau ungkapan seperti: kedengarannya, mendengarkan apa yang Anda katakana, ceritakan, saya dengar.
Menggunakan kata atau ungkapan seperti: merasa, menyentuh, memegang, meraba.
Aktivitas kreatif: menulis, menggambar, melukis.
Aktivitas kreatif: berbicara, bernyanyi, berdebat, bercerita.
Aktivitas kreatif: kerajinan tangan, berkebun, olahraga.
Saat diam suka melamun.
Saat diam suka berbicara sendiri.
Dalam keadaan diam, tidak bisa duduk tenang.

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Teman-teman kami bilang kami ini kembar, padahal kenyataannya jauh berbeda. Kesamaan kami hanyalah kami sama-sama wanita, kami berasal dari daerah yang sama, kami dalam kelas yang sama, dan huruf awal nama kami sama-sama 'A".